User Login
User & password sesuai dengan akun P2KB-PDPI
Username
Password
Remember me
 

     Menyambut World COPD Day 2013, hari ini telah di-launching website khusus pengisian data PPOK seluruh dokter paru di Indonesia yang nantinya akan menjadi data dasar PPOK di Indonesia.

     Di Indonesia belum ditemukan data yang akurat tentang kekerapan PPOK. Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) DEPKES RI 1992-1998 mendapatkan angka kematian emfisema, bronkitis kronik dan asma menduduki peringkat ke-6 dari 10 penyebab tersering kematian di Indonesia.

     Survey Penderita PPOK di 17 Puskesmas Jawa Timur ditemukan angka kesakitan 13,5%, emfisema paru 13,1%, bronkitis kronik 7,7% dan asma 7,7% (Widjaja A, 1993). Pada tahun 1997-1998 penderita PPOK yang rawat Inap di RSUP Persahabatan sebanyak 124 (39,7%), sedangkan rawat jalan sebanyak 1837 atau 18,95% (Mangunnegoro). Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2003 ditemukan penderita PPOK rawat inap sebanyak 444 (15%), dan rawat jalan 2368 (14%). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO - 2010) menyebutkan, angka kematian PPOK diperkirakan menduduki peringkat ke-4 bahkan dekade mendatang menjadi peringkat ke-3. Mengamati data tersebut , tanpa disadari angka kematian yang disebabkan PPOK terus mengalami peningkatan.

     Bersama ini kami mengajak teman sejawat semua spesialis paru di Indonesia untuk mengisi data dasar PPOK baik di rumah sakit / praktek / penelitian, dengan tujuan mendata semua pasien PPOK di Indonesia. Besar harapan kami teman sejawat semua dapat berpartisipasi sehingga kita memiliki data pasien PPOK di Indonesia. Atas perhatian dan partisipasinya kami ucapkan terima kasih.

 

Jakarta, 20 Nopember 2013
Pokja PPOK PDPI
Prof dr Wiwien Heru Wiyono Ph.D Sp.P(K)